Sabtu, 21 Juni 2014

Kisah Nyata Wanita Yang Taubat Setelah Menggoda Ulama

Sahabat Muslimah, Kisah ini nyata dan terjadi pada abad pertama hijriyah, di zaman tabi’in.
“Wahai suamiku, adakah di Makkah ini laki-laki yang jika melihat wajah cantikku ini ia tidak tergoda?” tanya seorang istri kepada suaminya, sambil bercermin. Ia sangat mengagumi kecantikan yang terpantul di kaca itu.
“Ada.”
“Siapa?”
“Ubaid bin Umair.” Sang istri diam sejenak.
Ia merasa tertantang untuk membuktikan bahwa kecantikannya akan mampu menggoda laki-laki itu.
“Wahai suamiku,” katanya merayu, “bolehkah aku membuktikan bahwa aku bisa membuat Ubaid bin Umair bertekut lutut di depanku?”
Sang suami terkejut dengan permintaan ekstrem itu, tetapi ia sendiri juga merasa rencana istrinya itu akan menjadi sesuatu yang menarik, untuk menguji keshalihah seorang ulama. “Silahkan, aku mengijinkanmu.”
Setelah merias diri sedemikian rupa, berangkatlah wanita itu mencari Ubaid bin Umair di Masjidil Haram. Ubaid adalah seorang ulama yang lahir semasa Rasulullah masih hidup. Nama lengkapnya Ubaid bin Umair bin Qatadah Al Laitsi Al Junda’i Al Makki. Kelak, beliau wafat pada tahun 74 hijriyah.
Saat menjumpai Ubaid, wanita itu berpura-pura meminta nasehat. Ia beralasan kebutuhannya amat penting, dan memintanya pindah ke pojok masjid. Sesampainya di sana, wanita itu membuka cadarnya dan tampaklah wajah cantiknya laksana bening rembulan. “Apa yang kau lakukan?” kata Ubaid melihat kejanggalan wanita tersebut.
“Sungguh, aku mencintaimu. Aku hanya ingin jawaban darimu,” sergah wanita itu, terus berusaha menggoda Ubaid.
“Sebentar,” kata Ubaid. Kini nadanya mulai naik. “Ada beberapa pertanyaan yang jika kau menjawabnya dengan jujur, maka aku akan menjawab pertanyaanmu tadi.”
“Baik, aku akan menjawabnya dengan jujur.”
“Pertama, seandainya Malaikat Maut datang menjemputmu saat ini, apakah engkau senang aku memenuhi ajakanmu?” wanita itu tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan yang langsung mengingatkannya dengan kematian.
“Tidak”
“Kedua, seandainya saat ini engkau berada di alam kubur dan sedang didudukkan oleh Malaikat Munkar dan Nakir untuk ditanyai, apakah engkau senang aku penuhi ajakanmu?”
“Tidak”
“Ketiga, seandainya saat ini semua manusia menerima catatan amalnya dan engkau tidak tahu apakah kau akan mengambilnya dengan tangan kanan atau tangan kiri, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”
“Tidak”
“Keempat, seandainya saat ini seluruh manusia digiring ke timbangan amal dan engkau tidak tahu apakah timbangan amal kebaikanmu lebih berat atau justru amal buruknya yang lebih berat, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”
“Tidak”
“Kelima, seandainya saat ini engkau berada di hadapan Allah untuk dimintai pertanggungjawaban atas semua nikmatNya yang telah dianugerahkan kepadamu, masihkah tersisa rasa senang di hatimu jika aku memenuhi ajakanmu?”
“Demi Allah, tidak”
“Kalau begitu wahai wanita, takutlah kepada Allah. Betapa Allah telah memberikan segalanya kepadamu.” Kini ia tak kuasa menahan air mata. Tadi ia datang ke Masjidil Haram berpura-pura mencari nasehat, kini ia benar-benar mendapatkan nasehat yang benar-benar menyentuhnya.
Sesampainya di rumah, sang suami terkejut melihatnya bersedih.
“Apa yang terjadi wahai istriku?”
“Kita ini termasuk orang yang celaka,” jawab wanita itu, kemudian ia mengambil wudhu dan shalat.
Hari-hari berikutnya, ia berubah drastis. Ia tak lagi membanggakan kecantikannya. Ia tak lagi suka berdandan di setiap malam. Ia berubah menjadi ahli shalat dan puasa.
 Sahabat Muslimah, Kisah ini nyata dan terjadi pada abad pertama hijriyah, di zaman tabi'in. Ia merasa tertantang untuk membuktikan bahwa kecantikannya akan mampu menggoda Ubaid bin Umair

Senin, 09 Juni 2014

PENINGGALAN SEJARAH DINEGERI YAMAN YG DIABADIKAN DALAM AL QUR'AN

Dalam alquran banyak sejarah yang dikisahkan tak sedikt yang memberikan pelajaran dan mempesona bagi yang melihatnya dimasa kini. Salah satunya kerajaan saba’ yang masih terlihat sampai saat ini. Berikut kisahnya…
Sesungguhnya bagi kerajaan saba ada tanda kekuasaan alloh s.w.t  ditempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun disebelah kanan dan kiri, kepada mereka dikatakan ;”makanlah olehmu dari rizeki yang dianugrahkan tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepadanya [negerimu] adalah negri yang baik dan[tuhanmu] adalah tuhan yang maha pengampun.” Tetepi mereka berpaling maka kami datangkan banjir yang besar dan kami ganti kebun kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi buah buah pahit, pohon atsl dan sedikit dari pohon sidr .” (QS. Saba’ [34];15-16)
Itulah al quran mengabadikan kisah menarik kaum saba’ yang terkenal dengan icon mereka yaitu ratu bilqis yang cantik jelita dan penuh pesona.
Terletak dikota ma’rib
Pusat peradaban kerajaan saba’ dikenal dengan nama ma’rib sebuah kota yang terletak 120 Km dari ibu kota yaman sona’a.
Sebagaimana ditekankan dalam ayat ayat diatas , kerajaan saba’ hidup di suatu daerah yang diberkahi dengan kebun kebun anggur yang subur dan luar biasa indah. Karena terletak dijalur perdagangan, negeri saba’ memiliki standar pola hidup yang mapan dan cendurung diminati oleh banyak orang.
Saking besarnya kekuasaan kerajaan ini , para sejarawan mengisahkan  bahwa luas wilayah yaman sekarang lebih luas kekuasaan negri saba’. Namyak ahli yang menyebutkan bahwa habasyah yang sekarang menjadi etiopia dahulu menjadi perhimpunan negri saba’
Sumber tertua menyebutkan tentang kerajaan sabaadalah catatan perang tahunan yang berasal dari raja asiria sargon II (722-705)yang membayar pajak kepadanya . raja sargon juga menyebut raja saba’ dengan yith ‘i-amara (it’amara)
Dalam prasasti arad nannar, salah satu raja terakhir dari Negara ur, acapkali menggunakan kata “sabum” yang diperkirakan berarti negri “saba”, sebagaimana yang tercantum dalam situs ; Encyklopedia of islam; Islamic world, histori, geography, ethnoghraphy, anad bibliography dictionary vol 10 halaman 268. Jika kata ini benar berarti saba’ maka berarti sejarah saba’ ada 2500 tahun sebelum masehi. Subhanalloh..
Mashur dan makmur
Namun terlepas dari hal itu kerajaan saba’ telah menjadi mashur karena adanya dua factor penting yaitu;

1.      Ratu sheba, Balqis.
Kerajaan saba’ diperintah oleh seorang ratu yang tersohor bernama balqis. Balqis menjadi orang ke 17 yang memerintah kerajaan saba’. Yang memerintah sebelumnya adalah ayahandanyaraja Hadhad bin syarhabil, para sejarawan berasumsi bahwa balqis menaiki tahta ayahnya karena tidak adanya keturuna  yang berjenis kelamin pria dari keluarga ayahnya.
Dalam masa kepemimpinannya ratu bilqis banyak didera problematika yang bermacam macam, namun kelak akan membuktikan kepiawaiannya memimpin dan menjaga kerajaan dan rakyatnya.dalam masa awal kepemimpinannya sebagai ratu, para ahli kerajaan dan pembesar menolak kepemimpinan seorang wanita, belum lagi hasrat yang dipendam oelh raja sekitar saba’ untuk menaklukkan dan menguasai kerajaan ini. Salah satunya adalah raja Amr bin Abrahah yang dijuluki dengan dzul adz’ar.
Maka datanglah dzul adz’ar dengan pasukannya menyerbu kerajaan saba’ dan menjadikan ratunya menjadi tawanan. Namun berkat kepiawaiannya dan taktik perang yang jitu ratu bilkis berhasil Lolos dan berlindung ditempat yang aman.sementara raja dzul adh’ar Tewas tergorok. Maka pasca kejadian itulah rakyat memberikan kepercayaan penuh atas penguasaan kerajaan saba’ dan dengan kepercayaan yang diberikan itu ratu bilqis memimpin kerajaannya dengan adil dan bijaksana.
Dimasa kepemimpinan raru bilqis daerah territorial saba’ meraih kegemila ngan. Salah satu pencapaian yang diraih adalah direnovasinya bendungan yang terkenal dengan “sad ma’rib [bendungan ma’rib].nama kerajaan ini pun semakin terkenal di timur tengah dan eropa.
Dijelaskan dalam sejarah yunani kuno bahwa pada zamannya terjadi transaksi perdagangan diantara para pelaku bisnis yunani dan saba’. Bahkan para pedagang yunani mengakui akan kemajuan peradaban di saba’ kala itu.
Al kisah. Selalu dikaitkan dengan nabiyulloh sulaiman dan burung Hud. Hud telah disebut dalam al qur’an namun banyak diantara ahli tafsir yang mengatakan bahwa nama tersebut masuk kedalam kalangan ummat islam dengan media isroiliyyat, dongeng turun temurun orang Israel yang mereka akui bersumber dari kitab taurat.
Diantara kesan peninggalan ratu bilqis ialah tapak kuil {temple of the moon} karena penyembahannya kepada tuhan bulan [al maqoh] dan tapak istana ratu bilqis. Proses penggalian arkeologi masih terus dilakukan dan beberapa barang dipajang dimuseum son’a.
Arkeolog dari Inggris mengklaim telah menemukan tambang harta karun milik Ratu Saba’ yang juga sohor dengan sebutan Ratu Bilqis dari Kisah Nabi Sulaiman yang tertera dalam sejarah Habeshan, Injil, dan Al Quran. 

               2. Harta kerajaan sheba.

Seperti dimuat situs sains, Discovery.com, 15 Februari 2012, tambang emas Sang Ratu ditemukan tersembunyi di sebuah bukit di dataran Gheralta, utara Ethiopia. Sebuah lokasi tambang yang belum pernah di eksplorasi sebelumnya, di teritorial kerajaan Sheba yang pernah berkuasa selama 3.000 tahun. 

"Salah satu yang saya sukai dari arkeologi adalah, kemampuannya berhubungan dengan legenda dan mitologi. Fakta bahwa kami mungkin menemukan tambang Ratu Bilqis sangat luar biasa," kata  Louise Schofield, arkeolog sekaligus kurator museum Inggris, kepada The Observer. 
Berdasarkan Perjanjian Lama, Ratu Sheba menempuh perjalanan panjang dari kerajaannya yang misterius untuk menemui Raja Sulaiman di Yerusalem. Ratu itu membekali diri dengan para pengiring, unta yang membawa muatan sarat rempah, emas, dan batuan berharga. 
Bertemu dengan Sulaiman, Ratu Sheba terpukau dengan kebijaksanaan Sang Nabi, juga kemegahan kerajaannya. Sebelum pergi, ia memberi hadiah 120 talen emas, atau setara dengan 4,5 ton!
Legenda menyebut, ia melahirkan anak Sulaiman. Keturunannya, Menelik, menjadi raja-raja Abyssinia.

Schofield menemukan tambang kuno tersembunyi di balik batu 20 kaki yang diukir dengan gambar matahari dan bulan sabit. "Simbol dari negeri Sheba," kata dia. 

"Saya merangkak di bawah batu, waspada dengan ular kobra yang disebut tinggal di sini, dan berjumpa dengan sebuah prasasti Bahasa Sheba, bahasa yang dipakai Sang Ratu." 

Terkubur sekitar empat meter di bawah permukaan bukit dikelilingi oleh burung bangkai, terowongan menampilkan simbol tengkorak kuno di pintu masuknya. Menurut Schofield, itu adalah pahatan Sheba. 
Ia menambahkan, keberadaan struktur tambang kuno itu tak disadari, meski faktanya, penduduk setempat mendulang emas di sungai yang ada di dekatnya. Tak jauh dari lokasi tambang, arkeolog menemukan sisa-sisa kolom dan batu halus berukir yang mungkin adalah bagian dari sebuah kuil terkubur, yang  diyakini didedikasikan untuk Dewa Bulan Sheba. Situs dari medan peperangan, lengkap dengan tulang kuno, juga ditemukan di dekatnya.

Ukuran yang tepat dari tambang, yang pintu masuk terhalang oleh batu besar, belum ditentukan. Namun, uji yang dilakukan oleh seorang pencari emas mengarah ke dugaan, ada ruang luas di bawah tanah, dengan terowongan yang cukup besar untuk dilalui dengan berjalan kaki.  Penggalian situs besar-besaran akan dilakukan setelah Schofield mendapatkan sumber pendanaan yang diperlukan.
3.      Bendungan ma’rib
Ma’rib yang sangat makmur  berkat letak geografisnya yang sangat diuntungkan dengan keberadaan sungi adhanah. Titik dimana sungai mencapai bukit balaq sangat tepat untuk membangun bendungan. Dengan memanfaatkan keadaan ini kerajaan saba membangun bendungnan disana. Ketika pertama kali berdiri dan mereka memperbaiki sistem pengairan yang baik mereka mengalami kemajuan pesat di bidang pertanian dan perkebunan,
Menurut hommmel dalam bukunya “eksplorations in bible lands” menyatakan bahwa penulis yunan pliny telah mengunjungi ini dan sangat memujinya juga menyebutkan betapa hijaunya kawasan ini.
Bendungan ma’rib tingginya 16 meter, lebar 60 meter panjangnya 620 meter, berdasarkan perhitungann total wilayah yang dapat diairi oleh bendungan ini 9600 hektare 5300 merupakan daerah bagian selatan selebihnya bagian barat. Dan dua daratan ini dikenal dengan sebutan “ma’rib dan dua daratan” dalam prasasti saba’.
Dua kebun disisi kanan dan kiri yang disebut dalam alquran menggambarkan kondisi perkebunan anggur yang tumbuh subur dikedua sisi lembah tersebut.
Bendungan ini direnovasi besar besaran selama abad ke 5 dan ke enam. Namun demikian perbaikan perbaikan tidak mampu mencegah runtuhnya bendungan ini pada tahun 542 M.  runtuhnya bendungan ini mengakibatkan bencana banjir besar arim yang disebutkan dalam al quran serta mengakibatkan kerusakan hebat dinegri saba’ pasca kejadian inilah negri saba’ mulai bangkrut dalam segi perekonomian dan pemerintahan. Sehingga para penduduk negri saba’ pun berpindah tempat tersebar ke arab selatan, makkah dan syiria.
Werner keller seorang ahli arkeologi Kristen penulis buku “und die bible hat doch recht” (al kitab terbukti benar)menyatakan kesetujuannya akan kejadian yang digambarkan dalam alquran tentang banjir arim.



Minggu, 08 Juni 2014

PENYESALAN PEMUDA PENGGODA


Siapa yang tidak kenal dengan Syekh Hasan Al Bashri atau lebih di kenal dengan Hasan Basri saja. Beliau masuk dalam jajaran ulama - ulama salaf yang paling terkenal hingga zaman sekarang ini . Fatwa-fatwanya banyak di ikuti orang dan nasehatnya selalu ditunggu-tunggu. Namun siapakan yang tahu latar belakang hidupnya?. Pasti tidak ada yang mengira bahwa masa mudanya Hasan Basri terkenal sebagai pemuda nakal dan suka menggoda wanita. Kisah ini dimuat dengan maksud menjadikan pelajaraan, bahwa siapapun dia serta bagaimanapun kejahatannya, jika ia telah mempunyai tekat bertaubat serta menyesali perbuatan-perbuatan amoralnya dimasa lalu, pasti Allah memberi ampunan. Karena ampunan Allah lebih luas dari samudra buatanNYA.
Diceritakan oleh Abi Nasr As-Samarkandy, bahwa sewaktu mudanya, Syekh Hasan Bashri adalah seorang pemuda yang berwajah rupawan. Banyak sekali gadis-gadis yang terpikat oleh ketampanan wajahnya. Apalagi ditunjang dengan penampilan Hasan Basri yang bersih dan rapi.
Salah satu kegemaran Hasan adalah berjalan dengan mengendarai kudanya yang perkasa mengelilingi kampung-kampung yang ada dipinggiran kota Bashra. Terkadang pula ia berjalan kaki sendirian tanpa pengawal. Tak seorangpun yang mengetahui isi hati Hasan, mengapa ia mempunyai hobi yang seperti itu.
Suatu ketika di hari yang cerah, Hasan seperti biasanya berjalan menelusuri kampungnya tanpa di temani siapapun. Pada saat ia sedang berlenggang kangkung tiba-tiba pandangan matanya terantuk pada seorang gadis cantik yang berjalan dengan lemah gemulai. Dalam pandangan mata Hasan, gadis itu benar - benar sangat menggairahkan. Kali ini Hasan benar - benar terpukau oleh pesona kecantikan gadis yang kelihatannya berjalan sendirian tanpa teman itu. Maka timbulah niat dalam hati Hasan untuk membuntutinya.
Gadis itu merasa bahwa ia sedang dibuntuti oleh seorang pemuda. Seketika itu juga ia langsung menegurnya : ”Hai pemuda! apakah engkau tidak merasa malu ?”.
Jawab Hasan : ”Malu pada siapa?....disini tidak ada siapa-siapa selain kita berdua !”.
Sang gadis berkata lagi: ”Tentu malu pada Allah, sebagai Dzat Yang Maha Mengetahui setiap kesaksian mata, juga Maha Mengetahuiatas apa yang terlintas dalam setiap hati manusia !”.
Namun rupanya Hasan benar - benar telah kasmaran dengan gadis itu hingga ia tidak memperdulikan tegurannya. Rasa-rasanya ia tidak bisa lagi menahan gejolak hatinya, maka Hasan terus saja membuntutinya.
Melihat kenekadan Hasan, sang gadis kembali menegurnya: ”Hai pemuda! Mengapa engkau masih saja membuntuti langkahku?”.
Hasan menjawab:”Sungguh aku telah terpesona dengan lirikan matamu !”.
Kata gadis itu lagi:”Kalau demikian yang engkau inginkan, baiklah......tunggu saja disini. Aku pulang sebentar, pasti engkau akan mendapatkan apa yang engkau inginkan !”.
Hati Hasan berbunga - bunga mendengar janji gadis itu. Ia meyakinkan dirinya bahwa cintanya kepada gadis itu tidak akan bertepuk sebelah tangan. Hasan pun duduk sambil menunggu kedatangan gadis pujaan hatinya. Namun setelah lama menunggu yang muncul bukanlah gadis dambaannya, melainkan seorang pelayan utusan gadis itu yang datang dengan membawa nampan dalam keadaan tertutup. Kemudian nampan itu di serahkan kepada Hasan sambil berkata: ” Inilah yang tuan ingikan dari gadis tadi !”.
Meskipun heran, Hasan tidak berkomentar. Di terimanya nampan itu, lalu dibukanya. Hampir saja Hasan terjatuh karena terkejutnya ..... Ternyata nampan yang tengah di pegangnya berisi biji mata yang masih di lumuri darah segar. Kelihatan kalau biji mata itu baru saja di congkel dari kelopaknya. Lalu Ia memandang utusan sang gadis denag penuh tanda tanya. Maka pelayan itu berkata :” Tuan putriku juga berpesan, ia tidak ingin lirikan matanya menyebabkan orang lain berbuatmaksiat !”.
Sekali lagi pukulan keras menghantam batin Hasan. Perkataan pelayan itu bagaikan petir di siang bolong yang mampir ditelinganya Hasan ketika mendengar penjelasan si pelayan. Tindakan yang sama sekali tidak terlintas dalam pikiran Hasan.
Tiba-tiba seluruh tulang persendiannya lunglai, badannya gemetar dan bulu kuduknya merinding tak karuan. Tak sepatah katapun yang mampu digerakkan untuk mengelus-elus jenggotya yang selalu rapi itu. Tak terasa dari mulutnya keluar umpatan untuk dirinya sendiri: ”Celakalah engkau wahai Hasan! Sungguh engkau tidak mempunyai rasa malumu itu...cobalah bercermin pad akhlak gadis itu yang sangat berhati-hati dalam menjaga agamanya!”.
Segumpal menyesalan akhirnya membuncah dalam sanubarinya. Hasan pulang kerumahnya dengan hati yang resah. Sepanjang jalan ia menangis karena penyesalan yang begitu dalam. Tak pernah dilakukan sepanjang hidupnya oleh Hasan, menangisi diri sendiri seperti ini.
Di rumahpun Hasan tak sekejap pun bisa memejamkan matanya. Sepanjang malam hanya ratapan dan tangisan yang terdengar dari rumah Hasan. Bola mata berlumuran darah yang teronggok dalam nampan tak pernah bisa hilang dari pelupuk matanya. Tak terbayangkan bagaimana perasaan yang sedang berkecamuk di benak Hasan saat ini. Mata indah milik gadis cantik yang belum lama ia kagumi karena pesona lirikan matanya, kini tergeletak tak berharga pada sebuah nampan . Apa yang terjadi pada gadis itu sekarang? Apakah ia telah meninggal dunia akibat di congkel matanya? Rasanya tak tertebus dengan apapun kesalahan Hasan yang mula-mula menggodanya, hingga terjadi musibah seperti ini pada gadis cantik itu.
Setelah semalaman tidak dapat memicingkan matanya sedikitpun, pagi harinya ia bermaksud untuk berminta maaf kepada gadis itu atas kebodohannya, yang telah menurutkan hawa nafsu setan.
Ketika tiba didepan rumahnya. Hasan tertegun, karena pintu rumah gadis itu tertutup rapat . Dari dalam hanya terdengar tangisan pilu para wanita, yang mungkin menangisi nasib gadis tadi.: ”Oh............sudah meninggalkan dia ?” kata Hasan dalam hati.
Pada akhirnya ia mencari informasi mengenai kejadian apa yang terjadi di rumah gadis itu kepada orang-orang yang ada di sekitar rumah gadis itu. Hasan akhirnya mendapat informasi bahwa gadis tersebut telah meninggal dunia .......
Tak kuat menahan keterkejutannya, Hasan berlari pulang menuju rumahnya. Kesedihan dan penyesalannya yang begitu dalam membuat dadanya terasa semakin sesak utuk bernafas. Sementara air matanya mengucur deras dari pelupuk matanya. Rasanya tak kuat menanggung dosa, karena dialah penyebab kemetian gadis itu. Dialah yang telah mecelakainya. Tiga hari lamanya Hasan Bashri mengurung diri dalam kamar Ia meratapi dosa-dosanya terhadap gadis itu.
Pada malam ketiga ia mengurung diri dalam kamarnya ,ia bermimpi .Dalam mimpinya ia melihat gadis itu dalam keadaan sehat wal ’afiat. Tidak terlihat cacat sedikitpun diwajahnya. Apalagi dikedua matanya bahkan gadis itu kelihatan lebih cantik dan menggairahkan daripada yang pernah dilihat Hasan sebelumnya .Ia tampak amat berbahagia.
Lalu Hasan Bashri mencoba menyapa gadis itu dengan wajah yang ketakutan :”Wahai nona!aku mohon dengan sangat, sudilah kiranya nona memaafkan segala perbuatan bodohku kepadamu !”. Jawab sang gadis :” Wahai Hasan Bashri ! kekhilafanmu telah aku maafkan. Berbakat per-buatanmu itu, justru kini aku mendapatkan kenikmatan besar di sisi Allah !”.
Kata Hasan Bashri :” Kalau begitu, tolong nasehatilah aku dengan nasehat yang bermanfaat bagiku !”. Sang gadis menjawab :”Senantiasalah berdzikir kepada Allah , meskipun engkau sedang sendiri. Bertaubatlah kepada Allah, dan beristighfarlah pada setiap hari pagi dan petang !”.
Hasan Bashri benar – benar melaksanakan nasehat gadis itu sebagai realisasi terhadap penyesalannya. Ia bertaubat dengan sepenuh hati, sehingga siang dan malam waktunya hanya diperuntukan beribadah kepada Allah. Disamping itu ia juga gemar menimba ilmu dari berbagai guru untuk menutupi kebodohan yang pernah di lakukannya
Keikhlasnnya menghambakan diri kepada Allah secara istikomah, menjadikan beberapa waktu kemudian Hasan telah terkenal sebagai ulama’ besar dalam bidang tasawuf dan ahli fiqih. Di sisi Allah Hasan menjadi orang yang mulia. Setelah menjadi ulama’ besar, Hasan terkenal dengan sebutan Syekh Hasan Bashri, karena ia berasal dari kota Bashrah. Semoga Allah selalu merahmatinya.

Sabtu, 07 Juni 2014

Penciptaan Alam Semesta dan Keagungan Islam


alam semesta Allah menciptakan alam semesta ini selama tujuh hari. Dimulai dari hari Ahad dan diakhiri pada hari Jumat. Adapun hari Sabtu Allah libur. Dari kejadian ini, orang Yahudi menjadikan hari Sabtu sebagai hari liburnya. Hari Sabtu secara Gramatika Arab berasal sabata yasbutu yang mempunyai arti qatha’a yaqtha’u. Yang dalam terjemahan bahasa Indonesia adalah mempunyai arti memotong. Mengapa demikian? Sebab, di sini setelah selesai mengerjakan suatu pembangunan biasanya orang-orang melakukan acara pemotongan pita.
 
Dari keagungan hari Sabtu di atas, orang mempunyai sebuah keyakinan kalau ada Dukun yang ingin nyuwuk (suatu istilah kusus bagi para dukun) niscaya jampe-jampenya tidak akan terkabul alias ngobos.
 
Selain hari Sabtu yang dimulyakan Allah, hari Ahad juga tidak kalah pentingnya. Hari Ahad adalah hari yang digunakan untuk permulaan Allah membuat dunia ini. Dari dua hari yang agung ini, orang Yahudi dan Nasrani saling mengklaim bahwa dirinyalah yang merasa benar dan yang lain dalam kondisi yang salah. Padahal sebenarnya merekalah yang salah. Allah berfirman.
 
وقالت اليهود ليست النصرى على شئ وقالت النصرى ليست اليهود على شئ وهم يتلون الكتب كذلك قال الذين لا يعلمون مثل قولهم فالله يحكم بينهم يوم القيما فيما كانوا فيه يختلفون
 
"Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya." (QS. Al-Baqarah : 113.)
 
Meskipun dalam kenyataannya, orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak rukun, akan tetapi kalau dalam urusan dunia mereka bisa bersatu padu. Berbeda dengan apa yang telah terjadi dengan sesama orang Islam. Banyak negara-negara Islam yang mempunyai kekayaan yang berlimpah, namun mereka tidak saling rukun. Contoh kecilnya, negara Islam adalah negara yang kaya akan hasil tambang. Namun, kebanyakan kekayaan tersebut itu dikuasai oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Orang Yahudi dan Nasrani ini sebenarnya adalah orang miskin. Mereka tidak punya kekayaan sebagaimana yang dimiliki oleh negara-negara Islam. Namun, yang membuat mereka dapat menjadi lebih unggul adalah, mereka mempunyai kemampuan teknologi yang tidak dimiliki oleh negara Islam.
 
Lihatlah negara Irak. Dahulu ia adalah negara yang kaya raya. Tapi, sekarang Irak menjadi negara yang miskin. Hal ini disebabkan mereka dikuasai oleh Amerika. Padahal kalau ditelusuri, negara yang adidaya itu kalau tidak ada hubungan dengan negara-negara Islam, maka mereka akan menjadi lemah. Islam mempunyai minyak yang dapat menghasilkan mobil-mobil mereka dapat bergerak dan melaju. Mereka tidak bisa lepas dengan semua itu. Coba banyangkan kalau mereka tidak mendapat bahan bakar dari negara Islam, niscaya kendaraan mereka tidak akan bisa beroperasi.
 
Ironisnya, negara Islam yang di dalamnya diberikan banyak kekayaan, banyak dari sesama muslim tidak bisa menjaga kerukunan antar sesama muslim lainnya. Mereka saling iri hati dengan saudaranya. Sehingga, dari sifat inilah orang kafir mudah untuk menguasainya. Jika negara Arab Saudi minyaknya laku, maka negara Islam yang lain akan iri hati. Begitu juga sebaliknya.
 
Lihatlah ketika ada orang Cina mempunyai sebuah toko yang berjajar sebanyak 20 kios. Masing-masing toko milik orang yang berbeda. Mereka sangat rukun dengan urusan bisnisnya. Mereka tidak cekcok dengan yang lainnya. Berbeda kalau kios itu milik orang Islam. Mereka antara satu sama yang lainnya saling iri hati. Maka dari itu, marilah kita hilangkan sifat iri hati dan dengki dari jiwa kita untuk menuju rida Allah. Sungguh jika sifat jelek tadi bisa kita hilangkan, niscaya negara Islam bisa menjadi makmur beserta dengan pengikutnya.
 
Perlu diketahui bahwa sifat baik dan buruk itu adalah datangnya dari Allah. Hal ini sesuai dengan pendapat Ahlusunnah Wal Jamaah. Orang kafir yang jelek, ketika di dunia diberi kekuatan oleh Allah untuk mengusai dunia. Namun, kelak di akhirat, mereka akan menjadi abadi di dalam neraka. Adapun orang Islam yang merupakan sebaik-baiknya makhluk Allah ketika hidup di dalam dunia, mereka diuji dengan dijangkiti oleh penyakit iri hati dan dengki dengan sesamanya. Sehingga, mereka tidak bisa mengusai dunia. Namun, di akhirat kelak mereka akan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Jalan menuju surga bagi orang Islam adakalanya mereka terlebih dahulu mencicipi panasnya api neraka. Dan ada juga yang langsung masuk tanpa melalui syarat dan rintangan.
 
Maksimal orang berada di dalam neraka itu selama tujuh hari. Sebab, satu hari di dalam neraka itu bagaikan seribu tahun di dunia. Dan jika orang-orang tersebut lebih dari tujuh hari menginap di dalam neraka, maka neraka itu adalah tempat tinggalnya yang abadi. Allah berfirman:
 
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (47
 
“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu." (QS. Al-Haj : 47).
 
Orang yang ingin masuk surga tanpa harus mencicipi panasnya api neraka terlebih dahulu, maka dia tidak boleh mencintai dunia yang hina ini. Meraka yang dapat mencapai derajat seperti ini adalah para kekasih Allah yang zuhud terhapat dunia. Zuhud bukan berarti tidak punya dunia. Akan tetapi, dunia tidak ia cintai. Orang zuhud yang kaya itu lebih baik dari pada orang miskin yang mencintai dunia. Marilah kita umat Islam untuk tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Memang benar kita hidup di dunia itu membutuhkan dunia, bahkan orang Fakir itu dapat mendekatkan manusia kepada kekufuran sebagimana sabda Nabi Muhammad Saw.
 
عن أنس بن مالك قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم كاد الفقر أن يكون كفرا
 
"Dari sahabat Anas Ra mengungkapkan bahwasanya Rasulullah Saw telah bersabda,” Kefakiran itu mendekati kekufuran.” (Al-Hadist).
 
Meskipun demikan, kita tetap harus mengutamakan kehidupan akhirat. Insyaallah dengan menjalankan perintah Allah, dunia ini akan dilimpahkan kepada umat Islam. Lakukanlah perintah Allah, misalnya mengerjakan salat, niscaya Allah akan memberikan balasan yang berlimpah ruah.
 
Duhulu ketika bangsa Indonesia yang mengerjakan salat cuma sedikit, kita dijajah bangsa Belanda selama 350 tahun. Namun, ketika bangsa Indonesia sudah banyak yang mengerjakan salat, kemakmuran sedikit demi sedikit semakin bertambah hingga puncaknya pada tahun 2000 bangsa Indonesia yang hampir seluruhnya memakan nasi semuanya. Padahal sebelumnya bangsa Indonesia banyak yang makan Singkong dan Jagung.
Sungguh kemakmuran ini sebenarnya milik orang Islam. Dalam urusan makan, umat Islam diberi takaran minimalnya 25 kilo perbulan. Insyaallah, jika kita mengerjakan syariat Islam sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka kemakmuran yang luar biasa ini akan bisa kita nikmati. Amiin.

Kamis, 05 Juni 2014

Kebahagiaan Dibalik Cobaan Dan Musibah

“Datangnya musibah dan cobaan adalah hari raya yang indah bagi orang-orang yang sedang menempuh jalan menuju kepada Allah swt (السالك /المريد).” 1. Kelemahan manusia الفاقة atau biasa diartikan sebagai puncak kelemahan dan kefakiran dan kekurangan adalah sebuah sifat yang tidak bisa lepas dari manusia dalam segala keadaan. Hanya saja datangnya musibah dan cobaan yang menimpa seseorang manusia, akan mengingatkannya kembali setelah beberapa saat meninggalkan sifat asal ini. Artinya, kadang-kadang seseorang melupakan sifat lemah dan kurang yang melekat kepadanya ketika sedang diliputi nikmat dan jauh dari musibah. Ia menyangka bahwa dirinya adalah orang yang kuat, padahal sebenarnya lemah. Ia mengira dirinya kaya meskipun hakikatnya miskin. Tak lain karena yang dinamakan kuat adalah orang yang memiliki kekuatan serta mampu mempertahankannya sesuai apa yang ia inginkan, bukannya orang yang hanya mampu menggunakan kekuatan, namun tidak bisa mempertahankannya. Begitu juga yang dinamakan kaya adalah orang yang memikiki dan menguasai kekayaan. Bukanlah dikatakan kaya seseorang yang membutuhkan harta yang banyak, agar ia menjadi tidak butuh kepada orang lain. Dan jika kita mau berkata jujur, di dunia ini tidak ada manusia yang memiliki kekuatan kemudian mempertahankan sesuai kehendaknya. Sama halnya, tak ada seorang pun yang benar-benar memiliki kekayaannya, hingga ia sama sekali tidak membutuhkan orang lain. Pada dasarnya, hakikat manusia seluruhnya adalah orang-orang yang fakir. Selalu membutuhkan kepada Dzat yang memberikan makanan agar mereka tidak kelaparan, yang menganugerahkan kekuatan serta menghadiahkan kekayaan kepada mereka sehingga mereka menjadi kaya dan tidak butuh kepada orang lain. Tak lain Dzat tersebut adalah Allah Yang Maha Sempurna. “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (Q.S. Quraisy: 3-4) Apabila Allah swt menganugerahkan kekayaan dan kekuatan atau memberikan makanan dan rasa aman kepada seseorang manusia, maka hal itu tidaklah serta merta menjadikannya lepas dari sifat lemah dan kurang, yang melekat pada dirinya. Karena kelemahan adalah sifat asli yang selalu melingkupi kehidupan manusia. Adapun kekuatan, kekayaan ataupun kemakmuran, semua itu hanyalah perkara-perkara yang datang dan pergi silih berganti, sesuai dengan ketetapan Allah swt dan selalu menyimpan hikmah-hikmah tertentu. Kata pepatah, “Manusia adalah tempatnya salah dan lupa (الإنسان محل الخطاء والنسيان )”. Dan memang benar, kebiasaan manusia saat berada dalam limpahan rahmat dan nikmat-Nya, ia menjadi lupa diri dan sifat aslinya yaitu, kelemahan dan kehinaan. Ia baru teringat lagi sifat asalnya ketika sedang dirundung musibah dan kemalangan. Berarti yang di kehendaki dengan kata الفاقات oleh Ibnu ‘Athaillah dalam hikmah ini adalah musibah-musibah dan cobaan-cobaan semisal sakit, kemiskinan dan ketakutan yang melanda seseorang, dimana ia telah merasakan sehat, kaya, ketentraman, dan lain sebagainya. Bukan seperti penjelasan di awal bab ini, yang mengatakan bahwa الفاقة ialah puncak kelemahan, kefakiran dan kekurangan. 2. Rahasia di balik musibah Seorang hamba yang sedang berusaha menempuh jalan pendekatan diri kepada Allah swt, akan melihat rahasia di balik musibahdan bencana yang menimpanya. Cobaan yang ia terima akan menjadi alarm yang membangunkan tidurnya sehingga ia sadar dan ingat kembali akan jati dirinya yaitu kelemahan dan kekurangan. Ia menganggap bahwa musibah tersebut adalah snugerah yang sangat agung melebihi nikmat kesehatan atau kekayaan, dan lain-lainnya. Karena itu, ia akan merasa gembira dan bahagia menyambut datangnya berbagai macam musibah dan bencana. Hari-hari yang ia lalui bersama musibah, akan ia anggap sebagai hari raya yang penuh dengan kebahagiaan, karena datangnya pertolongan dan kasih sayang Allah swt kepadanya. Ia menjadi sadar, ternyata Allah ‘Azza wa Jalla tidak membiarkan dirinya tersesat dalam khayalan-khayalan yang membingungkan, yaitu fenomena kekuatan, kekayaan serta kemakmuran dan kekuasaan. Akhirnya ia teringat kembali kepada sifat asli kehambaannya, jati diri yang selalu melekat dan tak akan pernah lepas darinya, yaitu sifat lemah dan butuh kepada pertolongan dan anugerah Allah swt. Banyak sekali peristiwa-peristiwa yang menjadi dalil tentang kebenaran hakikat ini. Saya pribadi juga pernah merasakan pengalaman seperti ini. Singkat saja, di Damaskus aku pernah mengenal seorang lelaki yang cukup terhormat dan ia juga menempati jabatan terkemuka. Setelah beberapa saat ia menikmati kemakmuran hingga mencapai titik puncaknya, Allah swt memberikan cobaan kepadanya berupa sakit yang menyebabkan kelumpuhan separuh badannya. Tak terduga, ternyata dalam sakit yang menimpa tubuhnya, ia menemukan sebuah keadaan yang sangat mengagumkan. Ia merasa begitu dekat kepada Allah swt sehingga timbul kegembiraan dan kebahagiaan yang tak pernah ia temui dan sama sekali belum pernah ia nikmati. Sebelumnya, ia tek pernah membayangkan anugerah dan keindahan semacam ini. Suatu hari, aku bersama orang tuaku menyempatkan diri untuk menjenguk laki-laki yang sedang sakit tersebut. Setelah dirasa cukup, orang tuaku berpamitan kepadanya dan tak lupa mendoakan agar ia segera sembuh dari sakit yang menderitanya. Mengejutkan sekali karena laki-laki tersebut kemudian berkata, “Wahai temanku, aku mempersaksikan ucapanku kedapamu jikalau kesembuhanku akan meyebabkan hilangnya sebuah anugerah Allah swt yang sangat agung, maka aku sungguh tidak membutuhkan kesembuhan seperti itu” Dengan cukup terkesan orang tuaku membalas ucapannya, “Bukan seperti itu yang kuinginkan, maksudku adalah aku meminta kepada Allah swt agar melimpahkan kesembuhan dari sakit yang menimpamu, namun dengan tetap membiarkan anugerah agung (kebahagiaan [الحال] yang ia rasakan ketika sakit) tersebut berada dalam dirimu. Dari kisah tersebut, kita bisa menemukan kebenaran hikmah Ibnu ‘Athaillah ini. Lihat saja, lelaki yang sakit tersebut ternyata malah merasakan sebuah kebahagiaan yang melebihi nikmat kesehatan. Tak lain karena sakit yang ia derita merupakan perantara yang mendekatkan dirinya kepada Allah swt ke dalam hati. 3. Hari raya selamanya Orang-orang yang sedang berusaha keras menempuh jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, akan menyambut datangnya musibah dan bencana dengan gembira laksana hari raya yang penuh dengan kebahagiaan dan kesenangan. Lalu apakah orang-orang arif rabbani tidak merasakan kebahagiaan seperti ini ketika terkena musibah? Orang-orang arif dan rabbani adalah hamba-hamba Allah SWT yang telah memiliki jiwa yang teguh dan stabil keadaanya. Tak ada perbedaan yang ia ia rasakan baik dalam masa indah ataupun masa-masa yang buruk. Artinya nikmat apapun yang ia terima tidak akan menyebabkan jiwanya lupa dan lalai dari Allah SWT. Sehingga jika ia dilanda oleh suatu musibah, maka hal itu tidaklah menjadi alarm pengingat baginya. Bagaimana mungkin cobaan itu jadi pengingat kalau ia tidak pernah lupa ataupun lalai. Memang sudah menjadi sifat dasar bagi orang-orang yang termasuk dalam kategori hamba arif, bahwa ia selalu bersama Allah SWT disetiap waktu dalam setiap keadaan. Segala sesuatu yang datang kepadanya akn selalu ia sambut dengan gembira dan bahagiahingga hatinya senantiasa diliputi perasaan ridla kepada Allah SWT. Ketika sedang memperoleh kenikmatan, ia akan menggunakan dengan sebaik-baiknya dengan tetap meyakini bahwa apa yang ia terima adalah anugerah agung dari Allah SWT. Ia tidak akan pernah cemas ataupun gelisah karena bencana atau musibah yang menimpanya. Sebaliknya ia akan menyambut musibah itu dengan tangan terbuka karena ia sadar bahwa itu semua itu adalah ketetapan Allah SWT. Tak hanya sekedar sabar, ia bahkan menerima cobaan itu dengan penuh keridloan serta yakin jika hal itu adalah yang terbaik untuknya. Dengan keadaan seperti itu, tentunya seorang arif tak akan terdorong untuk menyambut musibah yang melandanya melebihi sambutan yang ia lakukan saat menerima nikmat. Penyebabnya tak lain karena ia selalu menjadi sorang tamu dihadapannya Allah SWT. Apa yang disuguhkan oleh Allah kepadanya akan selalu ia yakini sebagai hidangan penghormatan, baik musibah ataupun nikmat, semua itu ia yakini sebagai anugerah agung dari Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Hamba yang arif akan selalu merasa butuh kepada Allah ‘Azza wa Jalla baik di masa susah ataupun gembira. Kenyamanan dan kekayaan yang ia rasakan tidak akan menjadikannya mabuk kepayang dan terlena dari Allah swt. Kejadian semacam ini sering kita jumpai dari kehidupan para sahabat dan ulama’ salaf yang telah mencapai kedudukan arif dan rabbani. Misalnya saja keberadaan Sayyidina Umar ibn Khaththab r.a setelah berhasil menaklukan negeri Kisro sehingga memperoleh harta rampasan perang yang sangat banyak dan melimpah ruah. Atau kehidupan Abdullah ibn Mubarak r.a yang menjadi teladan bagi pengusaha sukses yang kaya raya, dan lain-lain. Kekayaan dan kenyamanan yang mereka nikmati sama sekali tidak menghalangi untuk menyadari kelemahan yang menjadi jatidiri mereka. Mereka tidak membutuhkan musibah atau bencana untuk mengingatkan hakikat kemanusiaan yang selalu melekat pada diri mereka. 4. Kesimpulan Meski sebenarnya manusia selalu diliputi sifat kelemahan dan kekurangan, namun terkadang hakikat ini terlupakan oleh seorang السالك المريد, yaitu orang yang sedang berusaha menempuh jalan untuk mendekat kepada Allah SWT. Biasanya keadaan ini terjadi saat ia sedang merasakan kenyamanan hidup dengan disertai kemewahan dan kekayaan yang berlimpah-limpah. Ia baru teringat kembali jati diri kelemahannya saat tertimpa suatu musibah atau bencana. Karena itu ia akan menyambut musibah tersebut dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Ia bahkan bersyukur karena Allah SWT masih memperhatikannya dan tidak membiarkan dirinya larut dalam fenomena kesempurnaan yang menyebabkan lalai dari hakikat kehimaam yang melekat pada dirinya. Lain halnya dengan keadaan hamba-hamba arif dan rabbani yang selalu ingat akan jatidiri kelemahannya. Dalam suka maupun duka, kaya atau miskin, mereka selalu yakin dengan sebenar-benarnya bahwa manusia adalah makhluk yang butuh kepada Allah dalam segala keadaan. Nikmat yang mereka terima ataupun musibah yang melanda, semuanya mereka sambut dengan tangan terbuka tanpa perbedaan sedikit pun. Mereka menganggap semua itu adalah anugerah dari Allah SWT yang telah diputuskan dan pasti akan mereka rasakan. Semua hari yang mereka lalui adalah hari raya yang harus dijalani dengan kegembiraan dan kebahagiaan.