Sahabat fillah...
Ikhlas dalam beramal ibadah dan amal shaleh adalah
melakukan suatu amal kebaikan, dan dalam melaksanakannya ditujukan
semata-mata untuk Allah. Al Quran menyuruh kita ikhlas.
Perhatikan firman-Nya sbb :
”dan
(aku telah diperintah): “Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus
dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik”.(QS
Yunus [10]: 105).
Rasulullah SAW mengingatkan, ”Allah tidak menerima
amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridha
Allah semata.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i). Imam Ali ra juga berkata;
”Orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amal diterima oleh Allah.”
Sahabat...
Kendati
bersimbah peluh, menghabiskan tenaga, menguras pikiran, kalau tidak
ikhlas, sebesar apa pun amal, sia-sia di mata Allah. Maka, sangat rugi
orang yang sedekah habis-habisan hanya ingin disebut dermawan. Ikhlas
berarti kita tidak memanggil siapa pun selain Allah SWT untuk menjadi
saksi atas perbuatan kita. Ikhlas akan membuat jiwa menjadi independen,
merdeka, tidak
dibelenggu pengharapan akan pujian, tidak haus akan
imbalan. Hati menjadi tenang karena ia tidak diperbudak penantian
mendapat penghargaan ataupun imbalan dari makhluk.
Penantian
adalah hal yang tidak nyaman, menunggu pujian atau imbalan adalah hal
yang dapat meresahkan, bahkan bisa mengiris hati bila ternyata yang
datang sebaliknya.. Orang yang tidak ikhlas akan banyak menemui
kekecewaan dalam hidupnya, karena orang yang tidak ikhlas banyak
berharap pada makhluk yang lemah.
Sahabat...
Imbalan dari manusia tidak ada apa-apanya dibanding imbalan dari Allah SWT.
Perhatikan firman Allah SWT di surah An-Nisa [4] ayat 146 :
‘’Kecuali
orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh
pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena
Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak
Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang
besar’’.
Subhaanallah,,,,
Adakah yang lebih berharga dari pemberian Allah?...
Namun
dalam kehidupan ini, kadang kita memang menemukan kenyataan, kalau
ternyata amal ibadah atau amal kebaikan yang kita lakukan dengan
sembunyi-sembunyi dan tidak diketahui orang
lain, ternyata justru kadang jadi mengundang fitnah, gosip, omongan yang tidak enak tentang kita.
Mungkin
karena orang lain tidak tahu kalau sebenarnya kita ini sudah melakukan
amal shaleh, amal kebaikan seperti sedekah, tapi kita menyembunyikannya
karena Allah. Maka karena ketidaktahuannya, orang-orang akan menilai
kita ini sebagai orang yang pelit, tidak mau sedekah, tidak mau beramal
saleh.
Untuk masalah seperti ini, sebaiknya jangan kita pedulikan
omongan orang pada kita. Tetap saja jaga kerahasiaan amal kebaikan
kita. Jangan pedulikan pandangan orang, cukup puas saja dengan pandangan
Allah terhadap kita. Dan masalah omongan atau di gunjingkan yang tidak –
tidak,yangmungkin mengatakan kita itu pelit, kikir dan sebagainya, kita
serahkan semua pada Allah.
Dalam beramal saleh atau berbuat
kebaikan, seperti sedekah dan lainnya, sebaiknya kita BENAR-BENAR MERASA
CUKUP HANYA ALLAH SAJA YANG MENJADI SAKSI DARI Apa Yang Kita Lakukan,
Dan yang tidak kalah penting, jangan sampai kita terjebak riya' yang
samar, seperti merasa bangga apabila kita sudah berhasil menyembunyikan
amal kebaikan kita, kalau kita seperti itu, maka
hancurlah amal kita.
Sahabatku fillah...
Dalam
melakukan setiap amal kebaikan, yang paling mendasar yang perlu
dipahami adalah, bahwa segala amal kebaikan yang kita lakukan, itu
bukanlah atas kemampuan kita sendiri, tapi itu adalah karena bantuan,
pertolongan dan ijin Allah.
Dengan memahami hal tersebut diatas,
Insya Allah kita bisa memperbaiki amal ibadah kita dengan ikhlas,
selamat dari berbangga diri karena telah berhasil melakukannya. Dan
InsyaAllah bisa selamat dari riya. Serta Insya Allah, bisa melindungi
kita dari keinginan mengungkapkan amal kebaikan kita dihadapan makhluk,
apabila kita mendapati kenyataan diri kita digosipkan, dinilai sebagai
orang yang enggan beramal kebaikan, karena kita ikhlas, maka kita
menyerahkan semua pada Allah SWT.
Wallahu a’lam bishawab... ♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar