Rabu, 09 Oktober 2013

Kalah Sebelum Bertanding

DI ZAMAN Imam Ahmad, sekelompok orang
penganut paham atheis berusaha mengacaukan
keimanan umat perihal adanya tuhan. Dengan
dukungan argumentasi dan logika yang kuat,
mereka berhasil memutar balikkan fakta. kata
mereka, alam semesta terjadi dengan proses
sendirinya. Tanpa campur tangan Zat Maha
Tinggi (Allah). Alhasil manusia tidak perlu
menyembah Tuhan, sesuatu yang sebenarnya
tidak ada, begitu nalar mereka.
    Sudah banyak ulama yang berusaha
meluruskan  dengan cara
mendebatnya. tapi pendapat
kaum athies ini belum jua
terkalahkan. Bahkan mereka
semakin congkak dengan
keingkarannya.
   Hingga datang
tantangan berdebat dari
seorang alim yang sangat
sederhana yang tak lain adalah
Imam Ahmad bin Hanbal.
Penampilannya sekilas tak menunjukkan
bahwa ia seorang ulama yang berilmu
tinggi, Namun kaum atheis tetap
bersedia menerima tantangan berdebat.
Syaratnya harus diselenggarakan pada forum
terbuka, dihadiri banyak orang. Dipilihlah waktu
dan tempat yang disetujui bersama.
   Pada hari H, Imam Ahmad datang terlambat.
Tentu saja ia dicaci maki oleh kelompok atheis
dan penonton yang kesal menuggu.
   "Sabar, sabar beri aku kesempatan
menjelaskan sebab keterlambatan ini," ujarnya
tenang.
   Walau masih menggerutu, mereka menahan
suara.
   "Begini, perlu kalian ketahui bahwa saya
tinggal di pinggiran kota. Antara kita dipisahkan
sebuah sungai yang cukup lebar. Nah, ketika
hendak kemari saya tidak mendapat kapal
untuk menyeberang. Itu sebabnya saya terlambat
datang."
   "Bagaimana Anda bisa tiba kemari kalau tidak
mendapatkan perahu?" tanya mereka heran.
   "Sungguh ajaib" sahut Imam Ahmad.
"Tiba-tiba selembar papan hanyut terapung-
apung dan dengan sendirinya berhenti persis di
depanku. Kemudian disusul oleh papan-papan
lain yang juga hanyut lalu bergabung dengan
   papan pertama. Lantas tiba-tiba pula ada
      seuntai tali. Papan-papan dan tali itu
merakit diri dengan sendirinya
sehingga menjadi sampan yang
tahan dari kemasukan air. Nah,
   sampan kecil itulah yang
   menyebrangkan saya hingga
   sampai ke tempat ini dengan
   selamat," ungkapnya panjang lebar.
Kelompok atheis tertawa terbahak-
bahak. Salah seorang di antara mereka
berkata ketus," Aah, Anda membuat
lelucon saja. Itu mustahil. Tidak masuk akal."
   Imam Ahmad menjawab santai,"Nah, kalau
kalian mengingkari sampan yang kecil itu bisa
merakit sendirinya, maka apakah mungkin alam
semesta yang besar dan rumit ini terjadi dengan
sendirinya tanpa peranan Allah SWT?"
   Mereka terdiam, bungkam seribu bahasa dan
berkeringat, Karena tidak menemukan jawaban
yang tepat mereka pergi begitu saja. Seketika
penonton bersorak sorai gembira, mengelu-
elukan Imam Ahmad yang sederhana tapi amat
cerdas. Hanya dengan logika yang amat
sederhana, kelompok atheis kalah sebelum
bertanding. Agaknya orang-orang atheis itu harus
segera memilih antara debat ataukah taubat.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar